MALANG KOTA – Gelaran penganugerahan Radar Malang Awards (RMA) 2018 berlangsung meriah dan semarak. Ratusan tokoh, pengusaha, dan pejabat memadati hall Mahameru Hotel Aria Gajayana Kamis malam (29/3). Mereka menjadi saksi pemberian apresiasi terhadap spirit para tokoh inspiratif dan juga para mitra pemilik produk unggulan se-Malang Raya.

Mengusung tema Show Up Your Brand, Connecting the Values, Jawa Pos Radar Malang menetapkan 99 nominator tokoh inspiratif dari berbagai kategori. Sebanyak 31 tokoh akhirnya ditahbiskan sebagai yang terbaik di bidangnya (selengkapnya baca grafis).

Sejumlah tokoh dan pejabat hadir dalam penganugerahan RMA. Termasuk Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dari tiga daerah di Malang Raya. Seperti Bupati Malang Rendra Kresna, Sekkota Malang Wasto, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Dandim 0833 Letkol Inf Nurul Yakin, dan Asisten Administrasi Umum Kota Batu Chairul Syarif Tartila.

Dalam sambutannya, Rendra Kresna memberikan apresiasi terhadap gelaran RMA yang menjadi pemicu sekaligus pemacu. Dua kata ini, dia melanjutkan, hanya berbeda satu huruf. Namun, ada kesinambungan makna. ”Ini acara yang selalu saya tunggu. Karena bisa memicu dan memacu sebuah lembaga maupun individu untuk bersaing secara sehat,” ujar Rendra.

Dia menjelaskan, yang dimaksud pemicu ialah membuat semua unsur akan bekerja dengan serius untuk sebuah inovasi. Dan hasilnya, mereka mendapatkan penghargaan. Sedangkan yang belum mendapatkan kesempatan menang, Rendra menyebut jika acara Radar Malang Awards bisa memacu semangat yang lain. ”Agar semakin bagus produk kita, maka acara seperti ini menjadi ajang untuk saling belajar dari peraih juara sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad menerangkan, penghargaan ini diberikan untuk mengangkat semua potensi yang ada di Malang Raya. Jadi, Jawa Pos Radar Malang sebagai media tidak hanya hadir sebagai fungsi kontrol, tapi juga menjadi bagian dari pembangunan. Baik pembangunan sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA). ”Semua yang masuk nominasi ini sudah pernah kami lakukan peliputan. Dan, dari sinilah media tentu juga mempunyai peran dalam pembangunan,” terangnya.

Tak hanya itu, Kurniawan juga menjelaskan, penganugerahan tersebut juga diharapkan bisa menjadi motivasi masyarakat Malang Raya dalam mengembangkan seluruh bidang. Mulai dari kuliner, otomotif, pendidikan, properti, rumah sakit, gadget store, kecantikan, hotel dan guest house, supermarket bahan bangunan, hingga bus pariwisata.

Sementara itu, Udi Hartoko, tokoh inspiratif di bidang pariwisata, merasa penghargaan yang diberikan Radar Malang ini merupakan kehormatan yang luar biasa. ”Radar Malang sudah menjadi bagian dari warga Malang Raya dan turut membantu mengembangkan potensi wisata yang ada,” ujar pemilik Kafe Sawah di Desa Pujonkidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Berkat kerja kerasnya, Udi berhasil memberdayakan masyarakat desa tersebut. Dengan membuka warung di sekitar, desa itu kini menjadi desa percontohan di tingkat nasional. Dikarenakan bisa memperoleh omzet sebesar Rp 10 miliar pada 2017. ”Saya inginnya memang tidak cuma wisata saja, tapi bisa berefek pada perekonomian warga,” kata pria berusia 40 tahun ini.

Sementara itu, Dikko Yudha Hidayat, pemilik Sekolah Alam Generasi Rabbani, juga sempat surprise saat terpilih sebagai tokoh inspirasi di bidang pendidikan berkat  terobosan program untuk talent mapping anak dan orang tua yang dipraktikkan di sekolahnya.  Program tersebut bertujuan agar potensi anak-anak bisa menjadi perhatian orang tua. Jadi, tumbuh kembang anak bisa maksimal. ”Alhamdulillah, program yang kami usung ini bisa juara. Tentu ini tantangan baru untuk kami dalam mengembangkan sekolah ini lagi,” pungkasnya. (nr1/c2/nay)