MALANG KOTA – Beberapa sekolah swasta peserta BRI-Radar Malang Awards 2019 ini menjadi lembaga pendidikan dengan reputasi bagus di Malang Raya. Bahkan, mereka juga punya terobosan-terobosan baru di dunia pendidikan.

Dimulai dari SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK Mutu). Sekolah yang berada di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, ini tak hanya memiliki bangunan megah. Juga siswanya yang mencapai 2.300 siswa.

SMK Mutu menyiapkan siswanya menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 lewat sejumlah program. ”Di antaranya dengan program bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, dan Jepang, teknologi informasi dan komputerisasi,” kata Kepala SMK Mutu Pahri SAg MM.

SMK Mutu juga menerapkan model pembelajaran berbasis teaching factory lewat kelas-kelas industri. Di antaranya kelas Yamaha, kelas Samsung Tech Institute, kelas Astra Daihatsu Motor (ADM), dan kelas Insan Medika Institute.

”Karena itu, tak berlebihan bila 85 persen siswa diterima kerja sebelum lulus. Sepuluh persen melanjutkan ke perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri. Sedangkan 5 persen lainnya berwirausaha,” ungkap dia.

Soal prestasi, SMK Mutu berhasil memenangi sejumlah event bergengsi. Di antaranya meraih medali emas Asian Youth Robotic Olympiad (AYRO) di Singapura, juara satu story telling American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), dua emas ASEAN Robotic Junior (ARJ) di Malaysia.

Lalu, ada pula Award Sekolah Hebat dari Kemendikbud, dan teladan nasional energi prakarsa dari presiden RI.

Sementara itu, SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen menerapkan sistem pembelajaran yang memancing siswa untuk berpikir kreatif. ”Tiap hari, siswa kami diarahkan untuk punya ide kreatif. Ide-ide tersebut nantinya disinkronkan dengan materi pembelajaran yang ada,” ujar Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Arief Joko Suryadi.

Kreativitas siswa itu di antaranya terlihat dari berbagai prestasi yang selama ini diraih. Terutama dalam bidang perfilman. SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, seperti diketahui terlibat dalam pembuatan film Darah Biru Arema.

November tahun lalu, tim SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen meraih juara II Gelar Karya Film Pelajar (GKFP). Kompetisi itu digelar oleh Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Saking seringnya meraih prestasi di bidang film, SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen sampai disebut sebagai SMK Perfilman. Apalagi, sekolah ini juga punya mini bioskop.

Sementara itu untuk jenjang sekolah menengah pertama, tidak lengkap bila tidak mengulas SMP Sabilillah. Belum lama ini, SMP Sabilillah memperkenalkan konsep wisata edukasi, yakni Literacy Edupark.

Literacy Edupark sendiri merupakan  wisata pendidikan yang menawarkan edukasi seputar literasi yang terdiri dari enam dimensi, seperti literasi baca tulis dan hitung, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, literasi budaya, dan kewargaan.

Direktur LPI Sabilillah Malang Prof Dr H. Ibrahim Bafadal MPd menambahkan kalau pihaknya akan terus membangun wisata pendidikan yang lain. ”Kami sudah menyiapkan 18 destinasi baru antara lain: Art Edupark, Culture Edupark, Science Edupark, English Edupark, Musical Edupark dan lain-lain, harapannya setiap wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Batu atau Malang dapat singgah di SMP Islam Sabilillah Malang menikmati wisata edukasi,” tutupnya.

Pewarta               : Adella, Nurhayati
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Indra Mufarendra