MALANG KOTA – Malam ini (29/3) merupakan momen bersejarah bagi brand-brand ternama di Malang Raya. Setelah bersaing sengit dalam penjurian, malam ini pemenang event awarding nomor satu di Malang Raya, yakni Radar Malang Awards (RMA), akan diumumkan.

Kesan istimewa semakin terasa karena malam penganugerahan akan digelar di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang. Tahun lalu, acara penganugerahan digelar di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM). Dengan pindah tempat di hotel, diharapkan momen ini kian membuat cara lebih fresh dan meriah.

Total ada 12 kategori untuk brand dalam RMA. Sedangkan untuk orang yang menginspirasi, ada tujuh kategori. Orang-orang tersebut kiprahnya dinilai menginspirasi. Syaratnya, mereka pernah dimuat di Jawa Pos Radar Malang.

Sedangkan untuk penjurian bagi brand, tahun ini lebih profesional. Sebab, sistem penjuriannya terbagi dalam tiga penilaian. Yakni, 25 persen penilaian dari Instagram, 25 persen dari balot koran, dan 50 field research. Penilaian sudah dilakukan pada Februari 2018 dan melibatkan sejumlah ahli di bidangnya. ”Misalnya untuk kategori kuliner, Radar Malang mengambil juri dari International Chef Association (ICA),” ucap staf bidang event organizer (EO) Radar Malang Reza Ardianza kemarin (28/3).

Untuk bidang di masing-masing brand adalah pariwisata, toko handphone, toko bangunan, kuliner, rumah sakit, properti, kecantikan, otomotif, universitas, dan hotel. ”Sedangkan untuk figurnya ada tujuh orang, di antaranya bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, seni budaya, olahraga, ekonomi, dan pembangunan,” imbuhnya.

Sebelum penganugerahan para pemenang, acara akan dibuka dengan sambutan dari direktur Radar Malang dan penampilan band Black Coffee. ”Event ini digelar sebagai wujud penghargaan kepada mereka yang sudah melahirkan inovasi dan inspirasi kepada Malang Raya di masing-masing bidang,” pungkasnya.

Dalam Radar Malang Awards tahun ini, proses penjurian memang dilakukan secara kredibel dan transparan. Untuk diketahui, selain melibatkan para chef andal dalam menjuri, di bidang lain juga melibatkan praktisi di bidangnya.

Untuk kategori properti misalnya, tim juri beranggotakan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestat Indonesia (REI) Tri Wediyanto MSi serta Humas dan IT Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim Andi Syayuti. (nr3/c2/riq)