MALANG KOTA – Siapa-siapa yang akan menjadi juara di ajang Radar Malang Awards (RMA) 2018 sudah mulai bisa diraba. Meski begitu, nama-nama tersebut masih sangat mungkin berubah, mengingat masa pemilihan baru akan ditutup pada Jumat, 9 Maret, mendatang.

Hingga kemarin sore (6/3), sudah ada puluhan respons yang masuk ke panitia RMA 2018. Rinciannya, 3.122 eksemplar balot koran, 3.686 kuisioner online via awards.radarmalang.id, dan 67.852 likes di Instagram @radarmalangawards. Selain itu, sejumlah kategori juga telah dilakukan penjurian.

Manajer Iklan, Event, dan Pengembangan Bisnis Jawa Pos Radar Malang M. Athoillah menjelaskan, ada lima kategori yang dilakukan penjurian. Yaitu, properti, rumah sakit, kuliner, pendidikan, dan hotel serta guest house. Setelah sebelumnya melakukan penjurian di kategori kuliner, selama seharian kemarin hingga hari ini (7/3) tim juri melakukan penilaian untuk kategori hotel dan guest house.

Untuk kategori yang dilakukan penjurian, Atho –sapaan akrab M. Athoillah- menguraikan, bobot penilaiannya adalah 25 persen melalui balot koran, 25 persen melalui Instagram @radarmalangawards dan awards.radarmalang.id, serta 50 persen melalui penjurian. ”Untuk penjurian, kami menggandeng juri profesional. Mulai akademisi hingga organisasi profesi,” kata Atho.

Sementara untuk kategori yang tidak dilakukan penjurian, bobot penilaiannya adalah 50 persen melalui balot koran dan 50 persen melalui Instagram @radarmalangawards dan awards.radarmalang.id. ”Vote melalui Instagram, balot, dan website semuanya akan ditutup pada Jumat, 9 Maret, mendatang,” tegas dia.

Sementara itu, hingga kemarin terus terjadi kejar-kejaran persentase di hampir semua kategori RMA 2018. Di kategori rumah sakit misalnya, hingga kemarin sore Persada Hospital masih memimpin dengan perolehan 43,8 persen. Kemudian, disusul RSI Aisyiyah dengan 22,5 persen, serta RS UMM yang memperoleh 14,6 persen. ”Tapi, angka ini masih sangat mungkin berubah hingga 9 Maret mendatang,” ungkap Atho.

Yang juga cukup seru tersaji di kategori kuliner. Di sub kategori kafe misalnya, hingga kemarin sore Cokelat Klasik masih memimpin dengan angka 37,9 persen. Kemudian, di peringkat kedua ada Arbanat Café dengan 27,3 persen, dan disusul Madam Wang yang memperoleh 11,7 persen. ”Angkanya masih cukup tipis. Margin tidak lebih dari 15 persen. Tentu ini masih sangat mungkin berubah. Apalagi, kami juga belum menerima input dari tim juri untuk kategori kuliner. Angka tersebut masih berdasarkan penilaian website, Instagram, dan balot koran,” papar Atho.

Di sub kategori oleh-oleh, angka 43,1 persen yang dituai Pia Mangkok juga masih cukup mungkin disalip Asix Oleh-Oleh yang mengoleksi 26,5 persen. Di belakangnya, Makobu Cake menguntit dengan 14,4 persen. Peserta lain yang sampai saat ini belum masuk tiga besar di masing-masing sub kategori juga bisa memberi kejutan.

Oleh karenanya, Atho meminta agar pendukung masing-masing peserta RMA 2018 makin militan mengerahkan dukungannya. Baik melalui website, Instagram, maupun balot koran. ”Rencananya, seluruh penilaian juri akan kami rampungkan pada minggu kedua bulan Maret ini,” tandas Atho.

Rencananya, malam puncak RMA 2018 akan digelar pada 21 Maret 2018 mendatang. Informasi lebih lanjut mengenai RMA 2018 atau sponsorship bisa menghubungi Departemen Iklan Jawa Pso Radar Malang di (0341) 363 700 ext 103, dan email radarmalangadnews@gmail.com, atau Didik Harianto di nomor 0813 3467 3911 (WhatsApp). (did/c1/abm)